[A.2.1.4 P0_18] Après le rituel funéraire, le voyage et la transformation du défunt., [A.2.1.4 P0_18] Sesudah ritus pemakaman, perjalanan dan peralihan mendiang menjadi leluhur. (indonésien), [A.2.1.4 P0_18] After the funeral ritual –the journey and transformation of the deceased. (anglais)

Public

Après les secondes funérailles d’autres rites, de moindre importance, ont encore lieu. Dans le chant hagiographique (ossoran badong), il est raconté comment l’ombre voyage vers l’aval puis vers le haut au ciel, partie lyrique entre toutes qui décrit la séparation de l’ombre du défunt d’avec les vivants puis le dialogue final renoué.

After the second funeral celebration, other rites, of lesser importance, are held. In the hagiographic song (ossoran badong) it is related how the shade travels downstream and then to heaven – one of the most lyrical passages describes the shade’s separation from the living followed by the renewed final dialogue. (anglais)

Sesudah upacara pemakaman yang kedua, ritus-ritus lainnya, yang tidak sepenting upacara pemakaman itu sendiri, masih berlangsung sesuai dengan urutan. Dalam ossoran badong (madah riwayat hidup) diceritakan bagaimana roh melakukan perjalanan ke muara kemudian naik ke langit. Bagian ini sifatnya sentimental bila dibandingkan secara keseluruhan. Bagian ini bercerita tentang perpisahan roh mendiang dengan mereka yang masih hidup. (indonésien)

Collections parentes (1)