[A.1.2.1 P0_9] Autour du village, le couchant et l'aval sont associés au monde des défunts et des ancêtres., [A.1.2.1 P0_9] Di desa, matahari terbenam dan muara diasosiasikan dan dengan dunia orang mati dan para leluhur., [A.1.2.1 P0_9] The setting sun and downstream are associated with the world of the deceased and the ancestors. (anglais)

Public

L’aval est la direction du monde des ancêtres non divinisés. Le couchant renvoie lui aussi aux directions de l’ouest et de l’aval. Il figure le côté de la mort, des funérailles, de la transformation des ombres en ancêtres. Après les rituels qui leur sont destinés, les ombres partent en aval de la rivière Sa’dan, vers Enrekang, dans un endroit nommé Puyo (ou Puya). Les ancêtres seraient arrivés autrefois du sud-ouest vers le nord-est, quand ils traversèrent la mer en venant de l’île mythique de Pongko’ à bord de huit navires (Nooy-Palm 1979 : 112-114).

Downstream is the direction of the non-deified ancestors’ world. The setting sun also refers to the directions west and downstream. It represents the side of death, funerals, and the transformation of shades into ancestors. After the rituals held on their behalf, the shades leave down the river Sa'dan, towards Enrekang, to travel to a place called Puyo. The ancestors are held to have arrived originally following a route from southwest to northeast, when they crossed the sea from the mythical island of Pongko' aboard eight ships (Nooy Palm 1979: 112-114). (anglais)

Muara mengarah ke dunia para leluhur yang belum menjadi dewa. Matahari terbenam juga mengarah ke barat dan muara. Matahari terbenam merupakan lambang maut, pemakaman, perubahan dari bombo (bayangan) ke bombo mendeata atau to membali puang (leluhur-dewata). Sesudah kegiatan ritual yang diadakan untuk mereka, bayangan-bayangan itu menuju ke muara Sungai Sa’dan, ke arah Enrekang, ke sebuah tempat yang bernama Puya. Menurut anggapan orang Toraja, nenek moyang mereka datang dari pulau mistis Pongko’ yang terletak di sebelah barat daya. Mereka menggunakan delapan kapal untuk menuju ke arah timur laut (Nooy-Palm 1979: 112-114). (indonésien)

Collections parentes (1)

Sous-collections (3)