[A.2.1.2 P0_7] Le rituel funéraire permet à l'ombre du défunt de partir en aval vers l'ancestralité., [A.2.1.2 P0_7] Ritus pemakaman memberi kemungkinan pada roh (bombo) mendiang untuk berangkat ke muara, menuju ke negeri para leluhur. (Mamaindé), [A.2.1.2 P0_7] The funeral ritual enables the deceased’s shade to set off downstream towards ancestorhood. (anglais)

Public

Après la mort, l’ombre (bombo) du défunt se sépare du corps et part sur un chemin, long et douloureux, vers le bout de la rivière, en aval, à la « queue de la terre ». Elle est accompagnée de psychopompes – les animaux – qui la conduisent dans un domaine terrestre où tous les morts séjournent quelle que soit leur appartenance sociale.

After death the deceased’s shade (bombo) separates from the body and sets out on a long and painful journey downstream towards the river’s end, the ‘land’s tail’. It is accompanied by psychopomps – the animals – who guide it to a terrestrial realm where all the dead are, irrespective of social rank. (anglais)

Sesudah kematian seseorang, roh (bombo) dari mendiang terpisah dari tubuhnya, untuk menempuh suatu perjalanan, yang panjang, dan penuh kesengsaraan, menuju akhir sungai, yang terletak di muara, pada “ujung bumi”. Bombo itu akan ditemani oleh psychopompes – berupa binatang – yang akan mengantarnya ke suatu dunia. Wilayah inilah yang dianggap sebagai tempat tinggal bagi mereka yang telah meninggal, yang berasal dari strata sosial mana pun. (indonésien)

Collections parentes (1)