[A.3.1.2 P0_9 A-7] Singgi' praises., [A.3.1.2 P0_9 A-7] Les louanges singgi' (French), [A.3.1.2 P0_9 A-7] Madah Pujian Singgi’. (Indonesian)

Public

Singgi’, solo praise-giving, is performed by two officiants in turn. This praise is spatialized: from the summit of the ten-meter-high platform, each officiant shakes a bell to mark the timing in his declamation. They address verses to the members of the stem family, each in his own palanquin, joined to the platform with a cloth. The declamation lasts several hours. They praise not only the members of the family but also the whole community. Each is praised according to his status, even the poorest and the children: praise for the officiants (singgi’ tominaa, singgi’ to burake), praise for the war chiefs (singgi’ to pe'tabadamo'), praise for the nobles (singgi’ to makaka'), praise for the populace (singgi’ to buda), praise for the poor (singgi’ to mase-mase), praise for the buffalo keeper (singgi’ to mangkambi), praise for the slaves and children (singgi’ kaunan sola pia). The praise expresses the hope for harmonious prosperity for each of the groups.

La louange soliste singgi’, dite en alternance par deux officiants, est spatialisée : du sommet de la tour, perchés à dix mètres, les officiants agitent chacun une cloche qui scande leur déclamation. Ils adressent des vers de louange aux membres de la famille, montés, individuellement, dans des palanquins, reliés à la plate-forme par un tissu. La déclamation dure plusieurs heures. Outre l’éloge des membres de la famille, la communauté entière est louée selon son statut, y compris les plus pauvres, les enfants et les esclaves : louange des officiants (singgi’ to minaa, singgi’ to burake), louange des chefs de guerre (singgi’ to pe’tabadamo’), louange des nobles (singgi’ to makaka), louange de la populace (singgi’ to buda), louange des pauvres (singgi’ to mase-mase), louange du gardien de buffles (singgi’ to mangkambi), louange des esclaves et des enfants (singgi’ kaunan sola pia). Pour chacune de ces personnes, la louange exprime l’espoir d’une prospérité harmonieuse. (French)

Madah pujian ini memiliki ruang pertunjukan: dari atas menara gorang, yang terletak sepuluh meter di atas, masing-masing pemangku adat mengguncangkan sebuah lonceng yang berfungsi memberi penekanan pada deklamasi mereka. Mereka mengarahkan sajak-sajak madah pujian pada anggota rumpun keluarga, yang secara perorangan berada dalam berbagai tandu yang dihubungkan dengan panggung oleh untaian kain. Deklamasi berlangsung selama beberapa jam. Bukan hanya anggota keluarga besar yang diagung-agungkan, tetapi juga komunitas secara keseluruhan. Setiap orang disanjung sesuai dengan status mereka, bahkan yang paling miskin dan anak-anak: madah pujian para pemangku adat (singgi’ tominaa, singgi’ toburake), madah pujian untuk panglima perang (singgi’ tobadamo’), madah pujian untuk kaum bangsawan (singgi’ to makaka), madah pujian untuk orang awam (singgi’ to buda), madah pujian untuk orang miskin (singgi’ to mase-mase), madah pujian untuk penggembala kerbau (singgi’ to mangkambi’), madah pujian untuk hamba dan anak-anak (singgi’ kaunan sola pia). Untuk setiap orang ini, madah pujian menyangkut harapan akan suatu kemakmuran yang harmonis. (Indonesian)

Parent Collections (1)

Works (20)

Sort the listing of items  
List of items in this collection
  Title Inventory number Archival reference Date Added Visibility
  2022-08-17 Public
  2022-08-17 Public
  2022-08-17 Public
  2022-08-17 Public
  2022-08-17 Public
  2022-08-17 Public
  2022-08-17 Public
  2022-08-17 Public
  2022-08-17 Public
  2022-06-23 Public