[A.4.1.3 P0_9 A-4] Instabilité globale de l'intervalle harmonique entre les pièces, [A.4.1.3 P0_9 A-4] Global instability of the harmonic interval between pieces. (anglais), [A.4.1.3 P0_9 A-4] Ketidakstabilan interval harmoni antara karya-karya musik. (indonésien)

Public

Un même chœur ne cherche pas forcément la même seconde pour chacune des pièces. L’intervalle est rarement stable tant au sein d’une même pièce qu’entre 2 pièces différentes. Un chœur peut finir sur une seconde moyenne (rapport de 9/8 soit 204 cents à Poka 2) puis dans la pièce suivante sur une seconde élargie (rapport de 7/6 soit 252 cents, Poka 4) ou inversement il peut finir sur une seconde élargie (rapport de 8/7 soit 244 cents) et dans une des pièces suivantes, sur une petite seconde (rapport 11/10 soit 165 cents).

One chorus does not necessarily try to use the same second in each of its pieces. The interval is very rarely stable either within the same piece or between two different pieces. A chorus can finish on a medium second (ratio 9/8 - 204 cents at Poka 2), then in the following piece on a very wide second (ratio 7/6 - 252 cents, Poka 4); or inversely, it can finish on a wide second (ratio 8/7 - 244 cents) and, in one of the following pieces, on a very small second (ratio 11/10 - 165 cents). (anglais)

Sebuah kor yang sama tidak dengan sendirinya mencari sekon yang sama untuk setiap karya musik. Interval jarang sekali stabil, baik di dalam karya musik yang sama maupun di antara dua karya musik yang berbeda. Sebuah paduan suara dapat berakhir pada sebuah sekon rata-rata (rasio 9/8 atau 204 ratus di Poka 2), kemudian dalam karya musik berikut pada sekon yang sangat diperluas (rasio 7/6 atau 252 ratus, Poka 4) atau sebaliknya paduan suara itu dapat berakhir pada suatu sekon diperluas (rasio 8/7 atau 244 ratus) dan dalam salah satu karya musik berikut, pada sekon yang sangat kecil (rasio 11/10 atau 165 ratus). (indonésien)

Collections parentes (1)