[A.2.1.4 P0_17 A-3] Jour 3 : Fabriquer l'effigie, [A.2.1.4 P0_17 A-3] Hari ke 3. Pembuatan patung tau-tau. (indonésien), [A.2.1.4 P0_17 A-3] Day 3. Making the effigy. (anglais)

Public

Une effigie (tau-tau de tau « humain » ou bombo dikita « ombre visible ») est fabriquée, près du grenier à riz. Elle figure le défunt. Elle sera retournée du couchant au levant avant d’aller sur le champ sacrificiel (pembalikan tau-tau « retourner l’effigie »). Puis elle sera descendue sur le grand champ précédée de diverses bannières (tombi, kandaure). Après les sacrifices, les effigies de rang moyen sont défaites et leur corps, végétal, est caché dans la nature alors que les effigies de rang supérieur sont placées devant la tombe du défunt.

An effigy (tau-tau, from tau ‘human’ or bombo dikita ‘visible shade’) is made by the rice granary. It represents the deceased. It will be turned from West to East before going to the sacrificial field (pembalikan tau-tau ‘turning the effigy around’). Then it will be taken down to the great field preceded by banners (tombi, kandaure). After the sacrifices, middle ranking effigies are taken apart and their vegetal parts hidden in nature; those of higher rank are placed before the deceased’s tomb. (anglais)

Patung tau-tau (berasal dari kata tau, “manusia”, yang kadang-kadang disebut bombo dikita, “roh yang terlihat”), dibuat dekat lumbung padi. Patung ini merupakan wakil dari mendiang. Ia akan dibalik dari barat ke arah timur sebelum diantar ke arena penyembelihan (pembalikan tau-tau, “pembalikan patung”). Ia kemudian akan diarak ke arena luas, yang didahului oleh aneka ragam panji-panji (tombi, kandaure). Sesudah penyembelihan, patung tau-tau lampa dari lapisan menengah (to makaka) dibongkar, dan tubuh mereka, yang terbuat dari tanaman, disembunyikan dalam hutan keluarga, sedangkan patung dari mereka yang berasal dari lapisan atas akan dipajang di depan kuburan mendiang. (indonésien)

Collections parentes (1)