[A.6.1 P0_3] Classification des instruments par rituels., [A.6.1 P0_3] Pengelompokan alat-alat musik menurut ritus. (indonésien), [A.6.1 P0_3] Classification of instruments by rituals. (anglais)

Public

Les Toraja ne classent pas leurs instruments de musique sauf pour en signifier l’usage rituel. Derrière le nom de l’instrument, ils apposent le terme « divinité » pour indiquer si l’instrument est utilisé dans les rituels du Levant ou du Couchant. Au Levant, ils parlent de « flûtes des divinités » (suling deata) ou de « tambours des divinités » (gandang deata).

The Toraja classify their musical instruments solely according to the rituals in which they appear. After the name of the instrument, they add deata (‘divinity’) to indicate whether the instrument is used in the rituals of the East or of the West. In the East, they speak of suling deata (‘flutes of the divinities’) or gandang deata (‘drums of the divinities’). (anglais)

Orang Toraja tidak mengelompokkan alat-alat musik mereka kecuali untuk menunjukkan penggunaan ritualnya. Di belakang nama alat musik, mereka mencantumkan istilah “dewa” untuk menunjukkan apakah alat musik tersebut dipakai dalam ritus matahari terbit atau ritus matahari terbenam. Pada ritus matahari terbit, mereka berbicara tentang “suling-suling dewa” suling deata atau “gendang-gendang dewa” gandang deata. (indonésien)

Collections parentes (1)