[A.3.2.2 P0_40] Contexte de collecte., [A.3.2.2 P0_40] Konteks pengumpulan data. (indonésien), [A.3.2.2 P0_40] Collecting context. (anglais)

Public

De 1911 à 1987, plusieurs témoignages ont été donnés sur le rituel bugi’. À partir de 1945, ce dernier est devenu résiduel. Au Sud du pays toraja Sa’dan (région Tallu Lembangna), le bugi’ serait en fait l’équivalent du maro au Nord (Veen 1979 : 163). Bien que n’ayant jamais assisté à ce rituel, j’ai pu toutefois voir et enregistrer la danse bugi’ dans d’autres contextes, lors d’un festival de foklore, lors d’une cérémonie de maison chrétienne et pendant un mariage. J’ai pu également recueillir le poème ossoran bugi’ auprès d’un officiant.

From 1911 to 1987, several accounts were given of the bugi’ ritual. From 1945 it became rare. In the south of the Toraja Sa'dan country (tallu lembangna region), the bugi’ seems in fact to be the equivalent of the maro in the north (Veen 1979: 163). Though I have never witnessed this ritual, I have nevertheless managed to see and record the bugi’ dance as performed in other contexts – at a folklore festival, a Christian house ceremony, and during a wedding. I was also able to collect the poem ossoran bugi’ from an officiant. (anglais)

Dari tahun 1911 sampai tahun 1987, beberapa kesaksian ethnografis telah ditulis tentang ritus bugi’. Sejak tahun 1945, ritus bugi’ ini kemudian dijauhi, dan dianggap sebagai sesuatu yang kolot. Di bagian selatan (daerah Tallu Lembangna), bugi’ tampaknya diperlakukan setara dengan maro yang berkembang di bagian utara (Veen, 1979: 163). Meskipun tidak pernah menyaksikan langsung kegiatan ritual ini, saya sempat melihat dan merekam tarian bugi’ yang dilaksanakan dalam konteks yang berbeda, yakni pada suatu Pekan Budaya, pada suatu pesta rumah orang Nasrani, dan pada saat pesta pernikahan. Saya juga sempat mengumpulkan syair Ossoran Bugi’ melalui seorang pemangku adat. (indonésien)

Collections parentes (1)

Sous-collections (2)