[A.2.1.1 P0_1 A-1] Lieux et dates d'enregistrements, [A.2.1.1 P0_1 A-1] Sites and dates of recording. (anglais), [A.2.1.1 P0_1 A-1] Tempat dan Tanggal Perekaman. (indonésien)

Public

Certaines fois, les participants commencent à chanter le mort les semaines précédant le rituel, et dans ce cas, je parle de « veillée mortuaire ». Les funérailles non chrétiennes, strictement traditionnelles, sont mentionnées par le terme alukta « notre règle ». La plupart du temps, j’ai assisté à des funérailles allant d’une soirée à quinze jours.

The participants occasionally start singing for the deceased in the weeks before the celebration; in this case I use the term ‘mortuary vigil’. The non-Christian celebrations, which are strictly traditional and follow the aluk rule are called alukta, ‘our rule’. In general, I attended celebrations lasting from one evening to fifteen days. (anglais)

Ada kalanya, mereka yang hadir sudah mulai bernyanyi untuk mendiang beberapa minggu sebelum pesta dimulai; untuk kasus semacam ini saya mengidentifikasikannya sebagai “penungguan orang mati”. Pesta kematian bagi mereka yang bukan Kristen, dilaksanakan semata-mata menurut tradisi, sesuai dengan aturan aluk, yang termaktub dalam istilah alukta, “aturan-aturan kita”. Pada umumnya, saya mengikuti pesta-pesta yang berlangsung antara satu sampai lima belas hari tersebut. (indonésien)

Collections parentes (2)