[A.3.1.4 P0_19] The retteng deata is declaimed within the simbong chorus. (French), [A.3.1.4 P0_19] Retteng deata dideklamasikan di tengah pelaksanaan kor raya simbong. (French), [A.3.1.4 P0_19] Le retteng deata est déclamé au sein du grand chœur simbong. (French)

Public

The chorus simbong/nani sings stanzas facing a terrace of nobles. At a particular moment, the chorus stops and a soloist sing alone to praise an individual. The chorus ends this solo declamation with a sustained pitch on a florid drone. At the end, the person praised puts money in the soloist's hair to thank him for the praise (this act is called toding).

Le chœur simbong/nani chante différentes strophes, face à un parterre de nobles. À un moment donné, un soliste se dégage du groupe pour louer une personne. Le chœur ponctue cette déclamation du soliste par une tenue sur un bourdon fleuri. À la fin, la personne louée va alors placer de l’argent dans les cheveux du soliste pour le remercier de cette louange (ce geste se nomme toding). (French)

Kor simbong atau nani mendendangkan beraneka ragam bait di depan para bangsawan di sebuah kebun. Pada waktu tertentu, seorang solis, keluar dari kelompoknya untuk menyanyikan syair sanjungan untuk seseorang. Kor memberi tekanan pada deklamasi solis ini dengan sebuah suara yang konstan atas dengungan yang berbunga-bunga. Pada bagian akhir, tokoh yang disanjung akan pergi menyelipkan uang pada ikat kepala solis sebagai tanda terima kasih untuknya (tindakan ini disebut toding). (Indonesian)

Parent Collections (1)

Subcollections (2)

Works (1)

Sort the listing of items